fbpx

Kemendikbud Gelar Gebyar Kreativitas Anak Usia Dini 2018

Jakarta, Kemendikbud – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar acara Gebyar Kreativitas Anak Usia Dini Tahun 2018 di Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Taman Mini Indonesia Indah (PP IPTEK TMII), Kamis (26/4/2018). Lebih dari 750 anak pendidikan anak usia dini (PAUD) dari Jakarta dan sekitarnya memeriahkan acara ini.

Kegiatan yang dilaksanakan Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (Ditbindik PAUD) ini mengusung tema “Gerakan Praliterasi dan Kreatif Anak Usia Dini Menuju Pembangunan Berkelanjutan”. Kegiatan ini juga dihadiri berbagai organisasi mitra Ditbindik PAUD dan dari sejumlah daerah.

Kegiatan ini digelar dalam bentuk lomba literasi seperti membaca lantang buku cerita Bahasa Indonesia dan juga aksi menanam massal. Aksi menanam massal bertujuan meningkatkan kreativitas anak usia dini dalam bentuk literasi sains yaitu pengamatan tahapan proses pertumbuhan. Anak akan diajak anak untuk menanam tanaman secara bersama-sama menggunakan media tanam.

Kemendikbud Gelar Gebyar Kreativitas Anak Usia Dini 2018

Kemendikbud Gelar Gebyar Kreativitas Anak Usia Dini 2018

Direktur Ditbindik PAUD, Ella Yulaelawati mengatakan kreativitas anak perlu dikembangkan dan distimulasi dengan berbagai aktivitas yang merangsang kreativitasnya. “Kreativitas merupakan salah satu potensi yang dimiliki anak sehingga perlu dikembangkan dan distimulasi sejak usia dini,” kata Ella Yulaelawati saat membuka acara ini.

Menurut Ella, kreativitas sangat berpengaruh dalam pengembangan aspek-aspek perkembangan anak usia dini. “Apabila kreativitas anak tidak dikembangkan sejak dini maka kemampuan kecerdasan dan kelancaran dalam berfikir anak tidak berkembang karena untuk menciptakan suatu produk dan bakat kreativitas yang tinggi diperlukan kecerdasan yang cukup tinggi pula,” tambah Ella.

Ella mencontohkan, ketika anak diminta untuk membuat sesuatu dari bentuk-bentuk persegi, kalau anak membuat persegi itu menjadi rumah, buku, kotak obat, atau peti maka hal ini menunjukkan kelancaran anak mengungkapkan ide karena ide yang dihasilkan bevariasi.

Baca juga :  RPP PJOK SMP Kelas 7 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017

Terkait gerekan praliterasi bagi anak PAUD, Ella menambahkan bahwa bahasa nasional atau Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu bangsa yang wajib digunakan oleh generasi masa depan, dan perlu diajarkan sejak usia dini. “Melalui penggunaan bahasa nasional atau bahasa Indonesia diharapkan mampu melejitkan kecerdasan anak khususnya kemampuan berbahasa, yang pada gilirannya memberikan kontribusi kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan lebih tinggi dan kehidupan selanjutnya,” pungkas Ella Yulaelawati. (Nur Widiyanto)

Sumber : https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2018/04/kemendikbud-gelar-gebyar-kreativitas-anak-usia-dini-2018

Leave a Reply